Media Instruksional (Tugas Kedutaan terbaru)

Desain Media Instruksional adalah salah satu mata kuliah yang dipelajari pada semester tiga dalam kedutaan.

Robert M. Gagne dalam The Conditions of Learning (1970) menyatakan bahwa istilah media pendidikan digunakan untuk menunjukkan berbagai macam komponen lingkungan belajar yang dapat menimbulkan perangsang untuk si pelajar. Dengan kata lain yang menyebabkan terjadinya komunikasi dengan pelajar. Termasuk dalam pengertian ini adalah guru, serta berbagai macam alat mulai dari buku sampai pada televisi, yang secara umum mempunyai fungsi dalam upaya memberikan input kepada murid. Mahfudh Shalahuddin, Media Pendidikan Agama, Surabaya: PT Bina Ilmu, 1986. Lihat pula: Rohmat, Media Pembelajaran (Suatu Pengantar), Yogyakarta: Logung, 2010. dalam link.

a. Media

Media adalah alat fisik atau benda yang dapat digunakan untuk difungsikan sebagai perantara untuk menyebarkan suatu gagasan, ide, pesan dari sumber ke penenerima sumber

b. Media Instruksional

media instuksional adalah suatu media atau perantara bisa dalam bentuk komunikasi, ransangan dan interaksi antara sumber ke penerima sumber. Dimana komunikasi bisa dalam bentuk visualisasi dan suara. Ransangan disesuaikan dengan kemampuan indera si penerima sumber, dan interaksi menggunakan metode dan teknik yang terjadi didalam proses pembelajaran.

c. Multimedia

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur media atau lebih, multimedia terdiri dari penggabungan media teks, media grafis, media gambar, media foto, media audio, media video dan media animasi secara terintegrasi dan mempunyai arti dan maksud.

d. Fungsi Media instruksional

Terdapat dua fungsi media instruksional, yaitu (1)   Fungsi AVA (Audio Visual Aids)  berfungsi untuk memberikan pengalaman yang konkrit dengan menggunakan media suara dan gambar sebagai ilustrasi. (2) Fungsi Komunikasi. Media (Flural) berasal darikata medium (Singular) yang artinya inbetween (diantara). Jadi media disebut juga sebagai perantara antara satu orang sebagai sumber media kepada orang lain sebagai penerima sumber  media dalam berkomunikasi, disebut komunikator adalah sumber/yang mendesain/yang membuat) dan disebut si penerima  sumber (membaca, melihat dan mendengar ) media  (dalam komunikasi disebut receiver, penerima, audiensi atau komunikan) media yang dibuat (ditulis dalam bentuk modul dll., dibuat dalam bentuk film slide, OHP dsb). isi muatan pesan (message) akan disampaikan (ditransmisikan/dikirim) kepada penerima. Dalam komunikasi tatapmuka (face to face communication) pembicara (kommunikator) langsung berhadapan dalam menyampaikan pesannya kepada penerima (audience). Dengan meletakan pesan yang hendak disampaikan kedalam suatu format media tertentu (buku, film, slide, dsb). Yang dinamakan kegiatan encoding.

e. Manfaat media instruksional

Umumnya manfaat dapat diperoleh dalam proses pembelajaran jika lebih menarik, lebih interaktif, sehingga waktu mengajar dapat  dipakai seefisien mungkin dan efektifitas membuat kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap  dan kreatifitas belajar siswa dapat ditingkatkan. Link

f. Karakteristik media

Karakteristik media dapat dilihat menurut kemampuan membangkikan rangsangan indera penglihatan (mata), pendengaran (telinga), perabaan (kulit), pengucapan (mulut), maupun penciuman (hidung) atau kesuaiannya dalam memanfaatkan tingkatan hierarki belajar.

g. Jenis media

(1) Media grafis; dari grafis yang dibuat atau dihasilkan dapat memperjelas  suatu pengertian dan pemahaman masing-masing si penerima sumber. Visual suatu proses, terkadang menggunakan simbol-simbol verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif. (2) Media audio;  dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu  yang dibuat dalam bentuk pesan/program yang  direkam dan diputar kembali sesukanya, dan dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif  si penerima sumber, walaupun  sifat komunikasinya hanya satu arah dapat disesuaikan untuk pembelajaran musik dan bahasa, dll sesuai dengan kegunaannya. (3) Media proyeksi diam; walaupun pesan sama yang disebarkan ke seluruh  si penerima sumber secara serentak, penyajiannya tetap dalam kontrol sumber. menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), disesuaikan untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai dengan kebutuhan untuk belajar secara berkelompok atau individual. (4) Media permainan simulasi; dapat melibatkan si penerima sumber secara aktif dalam proses pembelajaran, peran sumber (orang) tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar si penerima sumber.

h. Kriteria pemilihan media

Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media adalah media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai., sasaran didik, karakteristik media yang bersangkutan, waktu, biaya, ketersediaan media, konteks penggunaan, mutu teknis. link

Posted in Artilkel Umum, Pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s