7 hari 6 malam (hari.2 – malam.2: Palembang dan Jakarta: jilid 1)

kondektur busway bertanya “Mbak mau turun dimana?”, kami berempat jawab serentak “DI ANCOL”, sambil senyum tuch kondektur bilang “Ini sudah di ancol mbak” (hm… kalau nggak ganteng dirimu sudah di jitak bang coz buat malu😀, sebenernya sich takutnya si braim jadi kecontol wkwkwkwk peace bra…im). malu bener tapi yach khan nggak ada yang kenal juga tuch di Busway jadi masa bodo dengan tenang menjawab “Ohh.. sudah di ancol yach”. wkwkwkwkwk.

Alarm hp di setel jam 3, tapi sebenarnya tanpa alarm pun masih aja mata plus badan tahu aja kalo mau diajak jalan cepet aja bangun. pertama akoe bangun, trus mandi, trus prepare, trus… yach terus patah kanan dikit…. (kerjaan lama keikut dech). yach terus setelah selesai akhirnya bangunin si tds tuk bangun, mandi, siap2. terus (lagi) bangunin si braim dech tuk mandi dan beres-beres segalanya. disamping itu my beloved MAK, mempersiapkan kami makan dan sarapan dari nasi sampai pempek plus abon (sambel lengkung), wuihhh makasih IBU dirimu memang selalu siap untuk akoe anakmu yang paling imut yang ikut dalam perjalanan (ya iyalah,,, secara yang lain anak EMAKnya masing-masing, hehehehe.).

setelah siap semuanya sampai POP MIE tidak lupa dibawa, jam 4 pagi kurang kami berjalan (dianter ding dengan mobil carteran) dan menjemput yuzen. setelah semuanya sudah kumpul dengan tas 1 orang 1 tas ransel (ala backpacker), akhirnya kami go…….. to airport. hahaha akhirnya naik pesawat hore asyik,asyik.asyik. sebelumnya sampe di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II jam 5 kurang tuch bandara belum di buka, dan kami termasuk penumpang yang pertama datang coz khan kami beli secara online tuch tiket (untung saja di print tiketnya), jadi rada deg-degan juga gimana caranya ini yang pertama beli secara online takutnya nggak dibolehin masuk dan dak diajak naik pesawat😦. setelah pintu gerbang di buka………. eng.ing.eng… maka check in lah kami dan membayar airport tax, dan berhubung punya berhubung kami adalah warga sumatera selatan yang taat pajak, maka kami ikut menyumbangkan dengan membayar pajak kepada pemkot palembang dalam pemeliharaan bandara tercinta (aslinya nggak bayar juga nggak apa-apa kox)😀.

ngeng…………… brum.brum.brum…………… tin.tin.tin……………. (itu suara motor), sebenernya suara pesawat dengung sich…. dan pesawat pun terbang selama kurang dari 1 jam perjalanan.

ciiitttttttttt………. pesawat ngerem di udara, nggak coy mendarat di bandara soekarno-hatta (soetta). sampailah kami di kota Jakarta, ibukota negara INDONESIA tercinta (kota para pejuang dan pemberani yang berhasil menaklukan jakarta menjadi pemenang dan yang kurang berhasil biasanya menjadi pecundang). hore, sampai dengan modal bertanya sana-sini kami bertanya dan bertanya untuk sempai pada tujuan kami Ancol dan penginapan terlebih dahulu maka dapatlah kami rute… ke Jl. Kartini, jakarta pusat. dari bandara kami naik bus damri menuju mangga dua, terus dari mangga dua naik kopami 02 menuju jembatan merah, trus jalan daerah tersebut ke arah Jl. kartini tempat penginapan. Kata orang jakarta jarak dari jembatan merah ke jl. kartini dekat, tapi………….. setelah dijalanin akhirnya kami nggak sanggup naik dech bajaj untuk minta dianterin ke jl. kartini jakpus tsb. sampai di jl. kartini sdh melakukan pembayarn untuk nginap 1 malam, melancong dech kami ke ANCOL, dengan modal tanpa bertanya lagi dan sok PD, naik bajaj lagi kami ke halte jembatan merah dan langsung naik busway menuju Ancol (sdh bertanya sebelumnya sich tentang Ancol yang 5 menit dari penginapan hehehehe). sebelum mendapatkan busway kami melakukan sesi pemotretan dimana saja yang dianggap bagus dan pantas untuk muka-muka model kami,🙂. ada busway langsung kami naik (dan melakukan sesi pemotretan berapa kali jepret), dan ……………… tiba saatnya kondektur busway bertanya “Mbak mau turun dimana?”, kami berempat jawab serentak “DI ANCOL”, sambil senyum tuch kondektur bilang “Ini sudah di ancol mbak” (hm… kalau nggak ganteng dirimu sudah di jitak bang coz buat malu😀, sebenernya sich takutnya si braim jadi kecontol wkwkwkwk peace bra…im). malu bener tapi yach khan nggak ada yang kenal juga tuch di Busway jadi masa bodo dengan tenang menjawab “Ohh.. sudah di ancol yach”. wkwkwkwkwk. maka turunlah kami dengan tampang polos, dimana kondektur plus orang disekeliling senyum-senyum sajo melihat kami. terus masuk ke loket ancol dan melewati gerbang halte ancol………. pas keluar mata si braim terlihat lagi ada warung “Atun soto”, berhubung laper dan terpikat namanya maka makanlah kami di warung tersebut, enak sich enak mungkin di lidah orang lain, tapi di lidah akoe rasanya aneh, tapi tetep ditegok dan di lahap bersama nasi plus abon bawaan dari palembang. setelah puas makan, kami menuju loket dufan, so. stelah mendapatkan kartu/tiket masuklah kami berempat ke dufan…… buka pukul 11.00 WIB – 18.00 WIB, kami bermain dari buka sampai tutup……. to be continued (penulis mengantuk coz waktu sudah menunjukkan 23.58 WIB bagian palembang, kalo seharian bercerita rasanya nggak sanggup. LEBAY…….)

Posted in Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s