LANDASAN PSIKOLOGIS

Psikologi berkenaan dengan kajian tentang tingkah laku. Sehubungan dengan penyusunan kurikulum, tingkah laku manusia yang menjadi landasan berkenaan dengan “belajar”. Hal ini mencakup teori-teori yang berhubungan dengan proses belajar itu sendiri, dan teori tentang perkembangan individu yang terkait dengan perkembangan dalam melakukan proses belajar.

Kondisi psikologis setiap individu berbeda, karena perbedaan tahap perkembangannya, latar belakang social-budaya, juga karena perbedaan factor-faktor yang dibawa dari kelahirannya. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks, peranan, dan status individu diantara individu-individu yang lainnya. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik maupun kondisi pendidiknya. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan.

Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan membahas perkembangan indovidu sejak masa konsepsi, yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. Individu manusia adalah sesuatu yang sangat kompleks tetpai unik. Memiliki banyak aspek seperti aspek jasmani, intelektual, social, emosional, moralm tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas.

Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatana diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach).

Ada sepuluh kelompok tuhas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola :

1. Kebergantungan-keberdirian sendirian,

2. Member-menerima kasih saying,

3. Hubungan social,

4. Perkembanga kata hati,

5. Peran bio-sosio dan psikologis,

6. Penyesuaian dengan perubahan badan,

7. Penguasaan perubahan badan dan motorik,

8. Belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik,

9. Pengembangan kemampuan konseptual dan system symbol,

10. Kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta.

Psikologi Belajar

Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. Peubahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar.

Hilgard dan Bower, menurut mereka belajar adalah “The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation, provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendencies, maturation, or temporary states of the organism (e.g. fatigue, drug etc.) (Hilgard dan Bower, 1966, hlm. 2)

Teori Belajar dan pengembangan kurikulum

Teori-teori belajar itu sangat beraneka ragam. Setiap teori menjelaskan aspek-aspek tertentu dalam proses belajar, dan setiap teori yang menjadi landasan akan mewarnai kurikulum yang disusun atau dikembangkan. Dalam praktek, suatu teori tidak bias diterapkan dalam berbagai situasi. Ada situasi yang cocok untuk diterapkan suatu teori belajar tertentu. Dan ada pula yang tidak cocok.

Setiap teori belajar dirumuskan berdasarkan kajian tentang tingkah laku indicidu dalam proses belajar. Kajian itu pada intinya menyangkut:

1. Konsep yang menganggap bahwa mental manusia terdiri dari sjumlah kemampuan potensial (daya), seperti menalar, mengingat, dan menghayal yang dapat dilatih.

2. Konsep yang menganggap bahwa manusia merupakan suatu energy, yakni suatu system tenaga yang dinamis, yang berupaya memelihara keseimbangan dalam merespons system-sistem energy lain, sehingga ia dapat berinteraksi melalui organ rasa. System energy ini meliputi respons terhadap rangsangan, dorongan dan proses penalaran.

Kajian terhadap kedua macam konsep ini menghasilkan teori-teori belajar, yang dapat dikelompokkan ke dalam dua macam aliran, yaitu :

1. Disiplin mental atau psikologi daya, yang memandang bahwa mental manusia terdiri dari sejumlah daya yang beraneka ragam. Belajar pada prinsiponya adalah melatih daya-daya mental itu.

2. Psikologi tingkah laku atau behaviorisme, yang menganggap bahwa tingkah laku manusia pada hakikatnya merupkan kumpulan respons terhadap ransangan. Konsep tentang respons ini ada dua macam, sehingga muncul dua macam aliran, yaitu:

• Aliran koneksionisme atau asosianisme yang menganggap bahwa tingkah laku itu merupakan respons terhadap ransangan tertentu yang datang dari luar dirinya.

• Aliran kognitif yang menganggap bahwa proses kognitif yang berlangsung di dalam diri individu merupakan cirri fundamental dari respons terhadap ransangan yang diterima oleh seseorang.

Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. (2005). Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Offset.

Nasution, S. (2008). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Internet. Google: Search Engine. Diakses Tahun 2011.

Posted in Artilkel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s