KONSEP KURIKULUM


Konsep kurikulum dapat dijadikan panduan untuk menentukan bentuk kurikulum mana yang akan disusun. Macam-macam konsep tentang kurikulum muncul karena adanya berbagai perbedaan konsep tentang fungsi sekolah.
Menurut Hilda Taba (1962) dalam buku pengembangan kurikulum di sekolah (Ali, 2005) fungsi pendidikan di sekolah dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu :
1) Sebagai pemelihara dan pentransmisi budaya;
2) Sebagai penstransformasi budaya;
3) Sebagai pengembang pribadi anak.

Menurut konsep ini sekolah sebagai lembaga pendidikan formal adalah sarana untuk mengubah kebudayaan menuju kepada suatu pola yang bertaraf lebih maju, baik dengan jalan mengembangkan bentuk-bentuk budaya asli masyarakat, maupun melalui proses menerima pengaruh kebudayaan luar secara selektif.

Menurut McNeil (1981) membuat kategori konsep kurikulum kedalam empat macam, yaitu :

  1. Konsep kurikulum humanistis; sebagai alat untuk mengembangkan diri setiap individu siswa. Mempengaruhi perkembangan pribadi dan psikologi humanisme. Konsep kurikulum humanities terbentuk dalam kurikulum yang berpusat pada anak didik atau child centered curriculum. Dimana setiap siswa berkesempatan untuk belajar sesuai dengan minat dan kebutuhannya masing-masing.
  2. Konsep kurikulum teknologis; dalam istilah ini dimaksudkan teknologi sebagai pendekatan sistem dalam memecahkan masalah praktis dalam kehidupan. konsep teknologis ini lebih pada perancangan sistem belajar-mengajar berdasarkan pendekatan sistem. Dimana siswa lebih banyak individual dalam belajar, dari memilih bahan sendiri, apa yang ingin dipelajari, dan melakukan evaluasi tentang kemampuan belajarnya sendiri, sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya sendiri.
  3. Konsep kurikulum rekonstruksi sosial; Kurikulum diberlakukan sebagai alat untuk melakukan rekonstruksi atau penyusunan kembali corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat. Konsep kurikulum rekonstruksi sosial adalah bentuk kurikulum yang berpusat pada kegiatan atau activity curriculum. Dimana siswa diberikan kesempatan untuk merencanakan proyek kegiatan tertentu dan pengalaman belajar siswa secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga siswa lebih disiapkan dalam implementasi kurikulum metode pemecah masalah.
  4. Konsep kurikulum akademis; kesadaran akan pentingnya peningkatan kemajuan di bidang ilmu dan teknologi melahirkan konsep bahwa kurikulum merupakan alat untuk melahirkan individu yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, melalui proses pendidikan yang dipandang dapat menumbuhkan perkembangan kognitif. Dimana siswa ditentukan bahan dan materi apa saja yang dipelajari yang bersifat fundamental dan telah dianggap paling penting untuk dikuasai. Bahan dan materi dalam kurikulum sudah disesuaikan dengan bidang studi, masalah kehidupan sehari-hari, bakat dan minta pada umumnya sehingga sesuai dengan kepentingan pengembangan pribadi anak didik tang diharapkan. Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang telah diterapkan oleh sekolah masing-masing.

Daftar Pustaka

  • Ali, Muhammad. (2005). Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Offset.
  • Hass, Glen. (1974). Curriculum Planning: A New Approach Fourth Edition.
  • Nasution, S. (2008). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
  • Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
  • Internet. Google: Search Engine. Diakses Tahun 2010-2011.
Posted in Artilkel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s