KOMPONEN KURIKULUM

Komponen kurikulum terdiri dari beberapa ujian, belajar, dan mendiskusikan yang harus bermanfaat dalam setiap tahapan perencanaan kurikulum multidimensional.

Komponen kurikulum dapat digambarkan dalam bagan berikut :
Tujuan;
Evaluasi;
Bahan kurikulum;
Organisasi dan Metode

Penjelasan diatas dapat kita berikan penjelasan satu per satu sebagai berikut :

Tujuan

Tujuan kurikulum adalah arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses penyelenggaraan pendidikan. Di dalam kurikulum pendidikan setidaknya mempunyai acuan untuk mengetahui tujuan yang telah di sepakati bersama, diantaranya tujuan akhir (tujuan kurikulum), tujuan bidang studi, atau tujuan pelajaran.

Dalam pendidikan tujuan harus dimiliki baik oleh pengajar ataupun peserta didik, bisa juga sekolah mempunyai tujun dan merupakan hal yang pastinya mempunyai beragam tujuan setiap individunya dan sekolah, oleh karena itu ada baiknya menyamakan tujuan dalam pendidikan dengan ketentuan diberlakukan kebersamaan acuan kurikulum, acuan metode tapi tidak menutup kemungkinan setiap pengajar ataupun sekolah melakukan pengembangan daripada acuan tersebut. Tujuan memegang peranan penting dalam mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan komponen kurikulum lainnya.

Bahan / Kurikulum

Pengalaman belajar setiap peserta didik dapat dikatakan sebagai bahan atau isi kurikulum dari proses pembelajaran dalam pendidikan dan sekolah. Pemikiran tentang bahan / kurikulum / materi pembelajaran apa yang memungkinkan dapat dipelajari lebih baik dan dapat menjadi pedoman dalam konsep kurikulum akademis. Isi kurikulum terdiri dari mata pelajaran-mata pelajaran  yang harus dipelajari oleh peserta didik. Dan isi kurikulum dalam rumusan tentang bahan pelajaran yang diambil dari berbagai disiplin ilmu. Untuk menentukan isi kurikulum hendaknya diikutsertakan para ahli bidang studi yang terkait.

PBM / Organisasi dan Metode

Organisasi dan metode dalam komponen ini sebagai proses pembelajaran dengan menggunakan metode belajar dan mengajar. John Dewey (1896) dalam Laboratory School atau sekolah laboratorium, Ellsworth Collings (1904) dalam Project Curriculum atau kurikulum proyek, yang menerapkan metode proyek yang dikembangkan oleh Killpatrick (1918), merupakan contoh-contoh dari kurikulum kegiatan. Pada kurikulum yang berpusat pada pelajaran, isi kurikulum diorgnisasi dalam bentuk mata pelajaran-mata pelajaran. Proses pendidikan banyak mengarahkan siswa mempelajari mata pelajaran tersebut.

Evaluasi / Penilaian

Komponen evaluasi dalam kurikulum penting dalam pelaksanaan. Hasil evaluasi dapat member petunjuk kepada apakah sasaran yang ingin dituju dapat tercapai atau tidak. Evaluasi juga berguna untuk menilai apakah kurikulum dapat berjalan optimal atau tidak. Evaluasi adalah sebagai kegiatan pengumpulan data dan atau informasi untuk membandingkan criteria yang didapat dan membuat kesimpulan yang disebut sebagai evaluasi. Prinsip evaluasi kurikulum adalah : evaluasi mengacu kepada tujuan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, dan evaluasi harus obyektif. Untuk melakukan evaluasi kurikulum dilakukan teknik-teknik seperti pengumpulan data obyektif dari peserta didik dan masyarakat terhadap kurikulum yang digunakan di sekolah.

Dari bagan dan penjelasan diatas antara tujuan, bahan / kurikulum, PBM / Organisasi dan metode, Evaluasi / penilaian, mempunyai keterhubungan yang saling melengkapi, seperti tujuan tidak terlepas dari isi kurikulum yang telah dibuat, evaluasi yang merupakan hasil ukuran penilaian dari proses metode dalam pengajaran yang membuat komponen kurikulum satu tidak bisa terlepas dari ketiga komponen lainnya sebagai penunjang untuk mencapai keseluruhan komponen kurikulum tersebut. Dan tujuan memegang peranan penting dalam mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan komponen kurikulum lainnya.

Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. (2005). Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Offset.

Arikunto, Suharsimi; Jabar, Cepi Safruddin Abdul. (2004). Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoretis Praktis bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hass, Glen. (1974). Curriculum Planning: A New Approach Fourth Edition.

Nasution, S. (2008). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Internet. Google: Search Engine. Diakses Tahun 2010-2011.

Posted in Artilkel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s