TEORI, BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

TEORI

  1. Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.
  2. Teori adalah sebuah sistem konsep-konsep yang terpadu menerangkan dan memprediksi.
  3. Mudyahardjo, dalam buku konsep dan makna pembelajaran (2008: 4) menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsep-konsep, ada yang berfungsi sebagai (1) asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar/titik tolak pemikiran sebuah teori; dan (2) definisi konotatif atau denotatif atau konsep-konsep yang menyatakan makna dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori.
  4. Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda pada bidang-bidang pengetahuan yang berbeda pula tergantung pada metodologi dan konteks diskusi. Secara umum, teori merupakan analisis hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta.
  5. Teori sosial adalah sebagai sebuah sistem dari keterkaitan abstraksi atau ide-ide yang meringkas dan mengorganisasikan pengetahuan tentang dunia sosial.
  6. Teori dalam ilmu pengetahuan berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau fenomena sosial tertentu. Teori dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah.
  7. Teori juga merupakan suatu hipotesis yang telah terbukti kebenarannya.
  8. Kaplan (1964: 295) dalam buku pengembangan kurikulum (Nana, 2009: 17): “A theory is a way making sense of disturbing situation, so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits, and even more important, to modify habits or discard them together, reflacing new ones as the situation demands. And the reconstructed logic, accordingly, theory will be appear as the device for interpreting, criticizing, and unifying established laws, modifying them to fit data unacticipated in their formation, and guiding the enterprise of discovering new and more powerful generalizations”.
  9. Rose (1953: 52) dalam buku pengembangan kurikulum (Nana, 2009: 18): “A theory may be defined as an integrated ody of definitions, assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of spesific and testable hypotheses can be deducted logically”.
  10. Brodbeck (1963: 70) dalam buku pengembangan kurikulum (Nana, 2009: 20): “A theory not only explains and predict, it also unifies phenomena”.

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian teori adalah suatu kerangka dan konsep yang menjadi pikiran setiap individu dalam memprediksi suatu keadaaan dan informasi yang telah didapatkan.

BELAJAR

  1. Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.
  2. Moh. Surya (1997) : “Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
  3. Witherington (1952) : “Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
  4. Hilgard (1962) : “Belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”
  5. Di Vesta dan Thompson (1970) : “Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
  6. Gage & Berliner : “Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”.
  7. Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi).
  8. Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar.
  9. Henry E. Garret : “Belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu.
  10. Gagne (1970) : “Mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian belajar adalah bagaimana suatu proses melakukan perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi lebih tahu, dari yang lebih tahu mengaplikasikan untuk lebih memahami. Dan belajar juga dapat disimpulkan bagaiman individu memulai proses perubahan dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain untuk dalam segi pengetahuan, perilaku, dan keterampilan untuk menjadi lebih baik.

PEMBELAJARAN

  1. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
  2. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
  3. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
  4. Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.
  5. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.
  6. Corey (1986: 195) dalam buku konsep dan makna pembelajaran (Sagala, 2008: 61): “Konsep pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan.
  7. Gagne dan Briggs (1979:3), Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
  8. Knirk dan Gustafson (2005), menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar.
  9. Dimyati dan Mudjiono (2005), menjabarkan bahwa Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
  10. Menurut UUSPN No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian pembelajaran adalah proses timbal balik dua arah antara pendidik dan peserta didik, dengan menggunakan teori dan konsep belajar yang telah ditentukan dan disiapkan bahan dan materi oleh pendidik untuk peserta didik, dengan tidak menutup kemungkinan peserta didik dapat membagi informasi yang telah diketahuinya dari bahan dan materi yang dipelajari.

Daftar Pustaka

Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Google: Search Engine. Diakses 17 Februari 2011. http://cafestudi061.wordpress.com/2008/09/11/pengertian-belajar-dan-perubahan-perilaku-dalam-belajar/.

Google: Search Engine. Diakses 17 Februari 2011. http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/12/pengertian-pembelajaran.html.

Google: Search Engine. Diakses 19 Februari 2011. http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran/.

Google: Search Engine. Diakses 19 Februari 2011. http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/12/pengertian-pembelajaran.html.

Posted in Artilkel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s