Akoe dan cerita 2

Seorang guru (yg bisa dikatakan guru dadakan yang hanya modal badan sama suara pas-pasan), dia menjadi guru itu sebagai pilihan hidup yang keras dan juga sebagai batu loncatan untuk menggapai cita-citanya menjadi dosen. pada saat pertama kali menjadi guru yang dihadapkan padanya adalah kelas teratas pada sekolah menengah yaitu kelas 12 yang mempunyai banyak kritik, saran dan pujian, dari mereka juga guru tsb belajar dalam bersosialiasi.

lambat laun semakin lama guru itu bisa bersosialisasi dengan lingkungan barunya dan dikatakan dekat dengan beberapa murid, tp guru itu lupa bahwa ada status dan image yang harus dijaga, dan kemungkinan ada pertemuan pasti ada perpisahan, ada kesenangan pasti ada kesedihan, ada kebersamaan pasti ada kerenggangan. dan adanya kedekatan pasti ada kecemburuan.

setelah beberapa kali tegoran dari beberapa yg cemburu, guru itu sadar bahwa tidak bisa memaksakan orang laen (dalam artian muridnya sendiri) untuk lebih dekat, karena mereka juga mempunyai jalan hidup sendiri yg tak harus di ajari mereka bisa belajar sendiri.
guru itu memang menjauh, dan bersikap sejauh-jauhnya dengan seluruh murid. tak ada lagi kedekatan tak ada lagi kebersamaan, tapi dalam hati guru tsb merasa bersalah dan dalam diam mendo’akan kesuksesan dan keberhasilan bagi seluruh muridnya, dan pastinya terkhusus bagi beberpa siswa yang pernah dekat dalam artian. murid pergi maka gurupun hanya melihat terpaku dan pergi meninggalkan dengan arah yang berbeda, guru itu tetap memantau beberapa murid (bisa dibilang guru tsb dikatakan sangat cerewet dan sok kepakaman, padahal tidak tahu sama sekali) ya guru itu hanya bisa menerka, menebak, dan menganalisis siswa-siswa yang dekat dari beberapa info yang telah didapat.
guru itu tidak meminta balasan apapun. karena yg diberikannya hanya suatu ucapan dan kata-kata yang tak berarti. hanya sebuah kalimat dan mungkin nasihat yang biasa Belajar.belajar.belajar.dan belajar. yang guru bisa katakan, yang belajar kamu dan yang akan mendapatkan hasil kamu. pada saat kamu sukses kamu juga yang menikmatinya, tak perlu dibagi karena itu hak kamu.

yang jadi harapan dan kebanggan bagi guru tsbut adalah para muridnya tidak melupakannya. karena itu juga yg menjadi kebahagiaannya kelak. kelak mungkin guru tsb dapat menjadi guru yang baik dan image sesuai yang di inginkan oleh beberapa murid-muridnya, karena guru tsb ingin belajar menjadi lebih baik tanpa meninggalkan jati dirinya seutuhnya dalam bersosialisasi.

-terima kasih-

Posted in Cerita
3 comments on “Akoe dan cerita 2
  1. Nikmah says:

    …. ehem…..

  2. […] Link lebih lanjut tentang sepotong cerita terjun bebas menjadi guru episode 1 dan ini episode 2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s