UAS Pusat Sumber Belajar (PSB)

Study Kasus:

Pengelolaan dan pemanfaatan Pusat sumber belajar (PSB) di sekolah menengah atas (SMA) Negeri 3 Unggulan Kayuagung

Soal.

  1. Berikan satu contoh pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada satu mata pelajaran (yang menjadi bidang tugas) untuk mencapai satu Kompetensi Dasar (KD) tertentu!

Pembahasan.

Sumber belajar adalah suatu system yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan peserta didik belajar secara individual. Dan juga sumber belajar adalah semua komponen sistem instruksional baik yang secara khusus dirancang maupun yang menurut sifatnya dapat dipakai atau dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. (Warsita, 2008:209).

Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:

  1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
  2. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran

Dan dari garis besar jenis sumber belajar dapat meliputi sebagai berikut:

  1. Pesan (message), adalah informasi pembelajaran yang akan disampaikan berupa ide, fakta, ajaran, nilai, dan data.
  2. Orang (people), adalah manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolah, dan penyaji pesan.
  3. Bahan (materials/software), adalah merupakan perangkat lunak (software) yang mengandung pesan-pesan pembelajaran yang biasanya disajikan melalui peralatan tertentu ataupun oleh dirinya sendiri.
  4. Alat (devices/hardware), adalah perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan.
  5. Teknik (technique), adalah prosedur atau langkah-langkah tertentu yang disiapkan dalam menggunakan bahan, alat, lingkungan dan orang untuk menyampaikan pesan.
  6. Lingkungan (setting), adalah situasi di sekitar terjadinya proses pembelajaran tempat peserta didik menerima pesan pembelajaran.

Mengambil pendapat dari Bondan S. Prakoso dan Rakhmat Januardy dalam buku Asmani, 2011:19 salah satu ciri utama dari abad 21 adalah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT), yang sangat mempengaruhi tingkat kemajuan, kemakmuran dan daya saing suatu bangsa. Teknologi informasi dan komunikasi terbukti telah memberikan dampak yang sangat positif dalam berbagai hal, diantaranya mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menunjang aktivitas pekerjaan dan belajar, bahkan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Dari literatur dan sumber bacaan bahwa lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk diadalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup liannya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsure biotic (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia.

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Mulanya internet diciptakan bukan untuk pendidikan,

Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. (http://www.internetan.net/2011/04/sejarah-perkembangan-internet-di-dunia.html)

Internet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.

Pada awal diciptakannya, jaringan komputer dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer. (http://diansidik.wordpress.com/2006/09/09/sejarah-perkembangan-internet/)

tapi sekarang perkembangan internet bisa dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar dalam pendidikan. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, untuk pelaksanaan pembelajarannya di ruang laboratorium komputer. Tahun 2007 dibangunnya jaringan internet di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung dan sejak tahun 2009 dikembangkan pemasangan wireless untuk jaringan internet di beberapa titik hotspot selama berada di lingkungan SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Dan sejak dibangunnya jaringan internet, maka internet secara tidak langsung memanfaatkan internet tersebut sebagai sumber belajar lingkungan sesuai dengan era globalisasi perkembangan teknologi abad-21.

Soal.

Secara ideal, ada 5 (lima) fungsi PSB. Jelaskan dan berikan contoh kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh PSB dalam melaksanakan kelima fungsi tersebut!

Pembahasan.

Dalam (Warsita, 2008:217) Indikator yang dijadikan acuan dalam pengembangan PSB pada setiap satuan pendidikan adalah mengacu pada lima fungsi yang terdapat dalam suatu PSB, yaitu :

1) Fungsi Pengembangan Sistem Instruksional

Fungsi ini menolong dinas atau bagian staf tenaga pendidik secara individual dalam membuat rancangan (design) dan pemilihan options yang akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Hal ini meliputi:
1)    Pengembangan kurikulum;
2)    Konsultasi dalam bidang pengembangan sistem instruksional;
3)    Penyusunan Rencana Pembelajaran (RP);
4)    Pengembangan instrument tes hasil belajar;
5)    Seleksi peralatan dan bahan belajar;
6)    Menghitung perkiraan biaya;
7)    Lokakarya staf tenaga pendidik tentang pengembangan sistem instruksional;
8)    Perencanaan program;
9)    Prosedur evaluasi;
10) Revisi Program.

  • Guru diwajibkan membuat perangkat pembelajaran di setiap awal semester tahun ajaran. Disini sudah merancang bagaimana model pembelajaran yang akan dipakai untuk proses belajarnya dan guru bertindak sebagai ahli isi materi.

2) Fungsi Pelayanan Media

Fungsi ini berhubungan dengan pelaksanaan memprogram media dan pelayanan dukungan (support) yang dibutuhkan oleh staf pendidik dan peserta didik. Hal ini meliputi:
1)    Sistem media untuk kelompok besar;
2)    Sistem media untuk kelas standar;
3)    Fasilitas dan program belajar mandiri;
4)    Pelayanan perpustakaan cetak, digital, audiovideo, multimedia, dan bahan pembelajaran;
5)    Konsultasi media pembelajaran;
6)    Pelayanan pemeliharaan dan penyimpanan;
7)    Layanan peminjaman (peralatan dan program media/bahan belajar) dan pelayanan pembelian bahan-bahan dan peralatan.

  • Guru memanfaatkan media bahan ajar yang sudah ada dan sudah dibuat oleh yang lain dengan memanfaatkan internet untuk pengambilan media bahan ajar tersebut untuk proses pembelajaran.

3) Fungsi Produksi

Fungsi ini berhubungan dengan penyediaan materi atau bahan-bahan instruksional yang tidak dapat diperoleh melalui sumber-sumber yang diperdagangkan. Hal ini meliputi:
1)    Penyiapan karya seni original (original art work) untuk tujuan instruksional;
2)    Produksi program audio;
3)    Produksi program video;
4)    Produksi multimedia (berbasis komputer);
5)    Produksi media cetak;
6)    Produksi media sederhana;
7)    Pelayanan pembuat fotografi, memprogram, mengedit;
8)    Memperbanyak pita suara, memprogram, memelihara;
9)    Mengembangkan sistem.

  • Guru bisa menjadi dalam tim produksi yang membuat media pembelajaran sendiri untuk proses pembelajaran di kelas dan disesuaikan dengan keadaan yang ada nantinya, walaupun untuk kalangan mata pelajaran sendiri.

4) Fungsi Administrasi

Fungsi ini berhubungan dengan cara-cara atas mana tujuan dan prioritas program dapat tercapai. Hal ini berarti bahwa fungsi ini berhubungan dengan semua segi program yang akan dilaksanakan dan akan melibatkan semua staf dan pemakai dalam cara-cara yang cocok. Hal ini meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut:
1)    Perencanaan pengadaan sumber belajar;
2)    Inventarisasi peralatan dan program;
3)    Mengembangkan spesifikasi pendidikan untuk fasilitas baru;
4)    Mengembangkan sistem penyampaian;
5)    Memelihara kelangsungan pelayanan produksi bahan pembelajaran;
6)    Menyediakan pelayanan untuk pemeliharaan bahan;
7)    Peralatan dan fasilitas;
8)    Evaluasi dan monitoring;
9)    Pelaporan.

  • Disini diharuskan untuk membuat laporan dari setiap proses pembelajaran yang telah dilakukan, dan diharapkan juga melakukan analisa terhadap apa yang terjadi sehingga bisa mengetahui apa yang harus dilakukan jika diketemukan masalah pembelajaran.

5) Fungsi Pelatihan

Fungsi ini berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) baik untuk pengelola PSB maupun masyarakat pengguna. Diantaranya meliputi:
1)    Pelatihan pengembangan kompetensi pembelajaran;
2)    Pelatihan pengembangan media pembelajaran (audio, audiovisual, multimedia, cetak, dan media sederhana);
3)    Pelatihan pengembangan SDM dalam bidang teknis produksi dan sebagainya.

  • Melakukan pelatihan dalam lingkup besar untuk seluruh guru dan staff SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, atau juga bisa dalam lingkup kecil system tutor dan koordinator kelompok.

Soal.

Model PSB disekolah yang ideal adalah PSB Type A. Deskripsikan kondisi perpustakaan di sekolah tempat bertugas dan jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilengkapi dalam rangka menjadi PSB type A!

 

Pembahasan.

SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung mempunyai ruangan perpustakaan dengan luas 160 m2, terdapat berbagai koleksi buku lebih dari 5513 eksemplar yang terkelompokkan dalam buku pelajaran, buku penunjang/referensi, dan buku bacaan. Perpustakaan juga bisa sebagai tempat proses pembelajaran sesuai dengan pembelajaran dan juga bisa karena aktifnya guru dan atau siswa untuk menambah pengetahuan dari beberapa referensi buku cetak lain. (SMAN 3 Unggulan Kayuagung)

Pada perpustakaan SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung buku yang diinginkan bisa dicari pada komputer yang telah disediakan di perpustakaan, pada aplikasi tersimpan data apakah buku yang dicari tersedia untuk dibaca atau dipinjam ataukah buku sedang dalam masa dipinjam oleh yang lain.

Server untuk aplikasi ini terletak pada ruang server di laboratorium komputer SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, dan antara gedung server yang berada di laboratorium komputer terpisah dengan gedung perpustakaan tersebut.

Pusat Sumber Belajar menurut Fred Persival dan H. Ellington (Warsita, 2008:214), merupakan bentuk bangunan mulai dari yang sederhana sampai bangunan yang rumit dan lengkap, yang dirancang dan diatur secara khusus dengan tujuan menyimpan, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi sumber belajar dalam berbagai bentuknya baik secara individual maupun kelompok.

Menurut Warsita, 2008:215, PSB mengalami beberapa tahapan dalam perkembangan. Dan PSB memberikan pnekanan pada belajar peserta didik, baik sebagai hasil yang dicapai maupun proses yang dilalui untuk mencapai hasil belajar yang optimal. perkembangannya yaitu:

  1. Tahap pertama; pemanfaatan dan pengembangan sumber belajar tidak dikelola dan diorganisasi secara formal oleh suatu lembaga, tetapi hanya oleh orang per orang saja.
  2. Tahap kedua; dimulai dengan istilah perpustakaan yang mengoleksi sumber belajar berupa bahan cetak.
  3. Tahap ketiga;  sesuai perkembangan peranan media audiovisual dalam bidang pendidikan, timbulah perpustakaan yang dilengkapi dengan pelayanan audiovisual.
  4. Tahap keempat; perpustakaan semacam ini kemudian dilengkapi dengan ruang belajar nontradisional sehingga timbulah PSB yang terdiri dari perpustakaan, ruang belajar tradisional, dan pelayanan audiovisual.
  5. Tahap kelima; disamping PSB terdiri dari perpustakaan, ruang belajar tradisional dan pelayanan audiovisual juga ditambah dengan komponen kegiatan yang sangat penting, yaitu pengembangan sistem pembelajaran.

Dalam PSB berbasis sekolah terdapat beberapa tipe, dan berikut adalah penjelasan tentang PSB berbasis sekolah tipe A.

Gambar. Struktur Organisasi PSB Berbasis Sekolah Tipe A

Ketenagaan dalam PSB Tipe A.

  1. Seorang penanggungjawab PSB (kepala sekolah);
  2. Seorang koordinator PSB;
  3. Seorang tenaga administrasi;
  4. Seorang ketua unit pelayanan dan pemeliharaan dibantu
  5. Pengelola perpustakaan, laboratorium, dan bengkel kerja sesuai kebutuhan sekolah ;
  6. Seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media;
  7. Seorang ketua unit pengembangan sistem, dibantu beberapa tenaga yang memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media; dan
  8. Seorang Ketua Unit Pengembangan Media dibantu oleh beberapa tenaga yang memiliki keahlian di bidang media cetak, audiovisual, audio, grafis, dan multimedia.

Gambar. Denah Ruang PSB Berbasis Sekolah Tipe A

Dalam PSB berbasis sekolah untuk menunjang sebagai Tipe A harus mempunyai sarana dan prasarana sebagai berikut:

a.  Ruangan:
1)    Katalog/resepsionis;
2)    Pimpinan/koordinator;
3)    Sekretariat;
4)    Informasi;
5)    Pengembangan Pembelajaran (Instruksional);
6)    Pengembangan Media;
7)    Evaluasi Produk Media;
8)    Peminjaman dan Penyimpanan;
9)    Laboratorium;
10) Laboratorium multimedia dan internet;
11) Bengkel/Praktek (untuk SMK);
12) Pelatihan;
13) Perpustakaan;
14) Presentasi Media Audiovisual.

b. Peralatan Pendukung:
1) Rak-rak buku;
2) Lemari katalog;
3) Meja dan kursi baca;
4) Meja peminjaman;
5) Meja pelayanan pengguna (front office);
6) Meubeler berupa sofa; dan
7) Meja dan kursi untuk petugas.

c.  Peralatan Media:

1) Peralatan Produksi Media:
a) Kamera foto;
b) Kamera video;
c) Video editing;
d) Komputer animasi;
e) Peralatan perekam audio; dan
f) Peralatan produksi untuk media grafis.

2) Peralatan Penyaji (hardware):
a) TV Monitor;
b) VCD/DVD Player;
c) Radio Tape Recorder;
d) OHP;
e) LCD;
f) Komputer; dan
g) Proyektor Slide.

d. Peralatan Laboratorium untuk Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa.

e. Peralatan Bengkel (untuk SMK):
1) Bengkel bangunan;
2) Bengkel elektronika;
3) Bengkel listrik;
4) Bengkel mesin; dan
5) Bengkel otomotif.

f. Bahan Ajar (Software)
1) Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitian, dll).
2) Media non-cetak (audio, video, CD pembelajaran, CAI).
3) Media realia model/tiruan, specimen.

Soal.

Berikan satu contoh sumber belajar atau pusat sumber belajar terkini di sekolah anda dan lakukan evaluasi terhadap pemanfaatan dan pengelolaannya!

 

Pembahasan.

SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung

Menurut Victoria L. Tinio dalam buku Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan oleh Asmani, 2011:129, menyatakan e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) sebagai pengantar bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitas. Pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning.

Definisi Working paper SEAMOLEC dalam buku Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan oleh Asmani, 2011:129, e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Dalam kesepakatan bahwa e-learning bisa dikatakan jika telah bersinergi dengan teknologi internet.

Electronic Learning (e-learning) adalah salah satu pusat sumber belajar (PSB) yang sudah ada di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung sejak November 2009. E-learning yang dipakai adalah Learning Management Sistem (LMS) aplikasi moodle versi 1.9.

Dari segi pengelolaan e-learning dilakukan oleh guru TIK yang merangkap sebagai teknisi dan admin, sehingga tidak dapat terlalu focus dalam pengelolaan sebagai admin e-learning karena guru TIK juga harus mengajar sesuai dengan jadwal pelajaran dan juga adanya kegiatan dan pekerjaan lain yang bersifat mendadak dan penting, misalnya sebagai teknisi untuk memperbaiki salah satu peralatan yang butuh perbaikan untuk dipakai.

Untuk pelatihan dalam pengelolaan e-learning  dilakukan hanya dalam satu hari dan juga pembelajaran dalam mengisi atau mengisi data kedalam e-learning, sedangkan pembelajaran tersebut harus bersifat kontinyu dan juga harus membisaakan diri untuk menggunakannya, yang memungkinkan ada beberap guru yang lupa akan menu dan ikon dari LMS tersebut yang tidak terbisaa digunakan.

Dikarenakan Top-down instruksi untuk guru agar menggunakan dan memanfaatkan e-learning sebagai salah satu media untuk proses pembelajaran tidak terlalu diwajibkan maka hanya ada beberapa guru saja yang memanfaatkan dan mengelola sesuai dengan mata pelajaran masing-masing guru tersebut.

Sebagai komitmen sekolah untuk kemajuan bersama maka sekarang ini sedang dilakukan perbaikan dalam pengembangan e-learning dalam hal sudah dilakukan pembelian server baru untuk menyimpan file atau materi ajar yang bisa dikelompokkan dengan baik. Adanya dan diberikan pelatihan kepada beberapa guru yang terbiasa dengan peralatan komputer untuk mengikuti pelatihan e-learning, dan juga diberlakukannya sistem tutor berkelompok dan mempunyai koordinator dari gabungan guru yang bisa dan mahir dalam penggunaan LMS dengan guru yang belum bisa dan belum terbiasa, diharpkan agar mudah berkoordinasi dan bekerja sama, dan waktu pelatihan fleksibel setiap saat bisa bertanya kepada koordinator kelompok tersebut.

SUMBER BACAAN
Asmani, Jamal Ma’mur. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan. Jogyakarta: Diva Press, 2011.
Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. 1, Cet. 11. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan (accessed 12 22, 2011).

http://diansidik.wordpress.com/2006/09/09/sejarah-perkembangan-internet/.

http://www.internetan.net/2011/04/sejarah-perkembangan-internet-di-dunia.html

Miarso, Yusufhadi. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
Sudrajat, Akhmad. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/15/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/ (accessed 12 29, 2011).
Warsita, Bambang. Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

About these ads
Tagged with: , , , ,
Posted in Artilkel Umum
One comment on “UAS Pusat Sumber Belajar (PSB)
  1. phenyukerooo says:

    terimakasih untuk postingannya ya, izin copy :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s